Cara Naik Busway Transjakarta untuk Pertama Kali

Anda tidak boleh melewatkan untuk mencoba nyamannya naik busway kemana-mana. Berikut cara naik busway/TransJakarta untuk kamu yang pertama kali.

cara naik busway transjakarta

Busway atau Transjakarta, sih?

Sebenarnya, nama resmi moda transportasi ini Transjakarta. Pemkot Jakarta membangun jalan khusus untuk Transjakarta yang dinamai busway. Karena itulah orang-orang lebih mengenal istilah ‘naik busway’ ketimbang ‘naik Transjakarta’. Tapi pada intinya, keduanya sama saja.

Beroperasi sejak tahun 2004, sistem yang didesain berdasarkan TransMilenio di Kolombia ini memiliki lintasan terpanjang di dunia (230,9 km) dengan 242 stasiun BRT (sebelumnya dikenal dengan nama halte).

Anda bisa menuju berbagai tempat di Jakarta melalui 13 koridornya yang beroperasi dari pukul 05.00 hingga 22.00 WIB (sebagian koridor sekarang bahkan beroperasi selama 24 jam). Nah, buat Anda yang baru pertama kali mencoba naik Transjakarta atau kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta dan ingin mencicipi naik busway, simak tips atau cara naik busway transjakarta untuk pertama kali berikut ini!

  • Membeli E-tiket

Saat awal-awal beroperasi, Transjakarta memang sempat menggunakan pembayaran tunai di loket. Namun beberapa tahun lalu, regulasi itu diatur kembali dan Anda hanya bisa naik Transjakarta dengan menggunakan e-tiket. Tidak usah bingung karena setiap stasiun BRT menyediakan tempat penjualan e-tiket. E-tiket bisa Anda dapatkan seharga Rp. 40.000 dengan saldo Rp. 20.000 yang langsung bisa digunakan untuk melakukan perjalanan dan bisa diisi ulang.

Lantas bagaimana jika Anda tidak memiliki e-tiket atau lupa membawa? Anda bisa nebeng pada teman atau pada penumpang lain kemudian menggantinya dengan uang tunai seharga tiket perjalanan Anda. Karena satu e-tiket bisa digesek beberapa kali, Anda juga bisa membawa teman-teman naik busway hanya dengan 1 e-tiket saja (tentu saja selama saldonya mencukupi).

  • Perhatikan Rute Bus

Bagi yang baru pertama kali naik Transjakarta, rute yang tertera di stasiun BRT mungkin akan sedikit membingungkan. Masing-masing rute memiliki logo, warna dan nomor koridor yang berbeda. Anda bisa mengetahui ke mana rute yang harus diambil lewat papan yang dipasang di stasiun BRT. Di sana akan ada petunjuk lokasi Anda saat ini sehingga Anda tahu bus arah mana yang harus diambil sesuai dengan tujuan.

  • Bedakan Bus Transjakarta dengan APTB

Banyak orang yang pertama kali naik Transjakarta merasa bingung membedakannya dengan bus APTB. Bus APTB yang sering dikira bus Transjakarta ini memiliki tarif dan trayek tersendiri. Jadi misalnya ketika Anda naik bus ini dengan tujuan Kota-Ciputat, Anda akan dimintai ongkos saat berada di dalam bus walaupun tadi sudah membayar dengan menggunakan e-tiket.

  • Gunakan Bus Feeder untuk Menuju Area di Luar Koridor

Pada akhir tahun 2015, Transjakarta memperkenalkan sebuah bus dengan ukuran lebih kecil yang diberi nama bus feeder. Bus ini sebenarnya adalah Kopaja yang beroperasi secara terintegrasi dengan Transjakarta. Tidak seperti bus APTB yang menarik tarif sendiri, Anda tidak perlu membayar biaya tambahan untuk naik bus feeder ini (cukup membayar saat pertama kali masuk halte Transjakarta).

Bus feeder ini merupakan layanan perpanjangan dari Transjakarta untuk menjangkau kawasan yang tidak memiliki koridor sendiri. Bus feeder juga hanya menjangkau lokasi-lokasi di wilayah DKI Jakarta saja.

  • Selalu Hati-hati dan Jaga Barang Bawaan

Meskipun terdengar terlalu biasa, namun penting bagi Anda untuk berhati-hati selama dalam perjalanan, apalagi ini adalah perjalanan pertama Anda. Menjaga keamanan barang-barang juga selalu menjadi hal utama saat Anda mengendarai kendaraan umum di manapun.

Jangan lupa mencatat jam keberangkatan dan menghitung durasi perjalanan. Dengan begitu Anda bisa memanfaatkan waktu dan mengaturnya dengan lebih efisien. Ini akan berguna untuk perjalanan-perjalanan Anda selanjutnya dengan Transjakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *